Sabtu, 15 Maret 2014

Hanya berbagi PENGALAMAN, bukan berarti CURHAT !!!


Banyak hal yang selalu terpendam dalam hati. Walau ada berjuta-juta kata yang bisa digunakan untuk mengungkapkan, namun terkadang tak ada satupun kata yang cocok untuk mewakili ungkapan perasaan dari seorang wanita… Begitu pula denganku



Well, terkadang aku merasa hidup ini tak adil. Melihat teman bahagia memiliki sosok pacar yang selalu ada dan selalu mengerti sekilas membuatku merasa iri. Bukannya aku tak senang dengan kebahagiaan teman sendiri, namun lebih kepada timbulnya pertanyaan dalam hati  “kapan punya pacar seperti itu?” atau “kapan waktunya aku juga bahagia?”.

            Pertanyaan-pertanyaan yang sekilas terlintas dalam hati itu kadang membuatku langsung down dan putus asa. Tanda tanya besar pun seakan menanti atas jawaban yang tepat, “Mengapa mereka bisa bahagia memiliki pacar yang boleh dibilang hampir sempurna sedangkan aku terjebak dalam masa-masa suram memiliki pacar yang tidak pernah mengerti aku?”. Bukannya aku tak bersyukur memiliki pacar seperti itu. Jujur aku sayang dan sangat peduli dengannya. Entah perasaannya sama terhadapku, hanya Ia dan Tuhan yang tau. Sebenarnya ia juga bukan pacar yang buruk,  namun terkadang hati kecil ini juga butuh pengertian.

            Mungkin ia tak pernah sadar atau memang tak menggerti perasaanku, entahlah. Layaknya seorang wanita aku juga butuh perhatian dan sedikit waktu darinya, bukannya sibuk dengan berbagai urusan yang tak pernah kelar 7x 24 jam full dalam seminggu. Ia fikir dengan memberi kabar lewat sms atau sekedar menelfon selama beberapa menit itu sudah lebih dari cukup, nyatanya tidak. Kadang aku juga ingin seperti layaknya orang berpacaran atau seperti teman-temanku yang punya pacar, sekali-kali diajak keluar atau sekedar menemani keperluannya walaupun tak rutin tapi setidaknya sesekali mungkin bisa diusahakan. Tapi memang mungkin dasarnya nasibku yang suram. Kata-kata ajakan hampir tak pernah kudengar darinya. Mungkin sesekali setelah aku menegurnya barulah ia memiliki inisiatif untuk mengajakku keluar, tapi itu hanya sementara. Setelah itu ajakan tak akan pernah lagi terdengar padahal yang kubutuhkan adalah inisiatifnya sendiri jika memang ia punya niat untuk sedikit buatku senang, bukan karna ingin membayar kesalahannya.

            Itu hanya bagian kecil dari dirinya yang mungkin membuat wanita manapun tak sanggup untuk bertahan dengannya, begitupun denganku. Seringkali aku memutuskan hubungan dengannya karna tak tahan lagi dengan tingkahnya yang egois dan tak pernah memikirkan perasaanku. Sebenarnya aku tak ingin berpisah dengannya karena bagaimanapun aku menyayanginya dan hubungan ini terlanjur lama kami jalani bersama. Aku hanya ingin sedikit mengetuk pintu hatinya agar tersadar dan sedikit lebih mengerti perasaanku yang sering kali terang-terangan ku ungkapkan beban ini, tapi mungkin memang dasarnya ia tak punya perasaan sedikitpun tak pernah ada kesadaran darinya.



Ya Tuhaaaaannn… lelah hati ini tak ada habisnya, entah sampai kapan beban ini akan kubawa. Ku hanya ingin sedikit merasakan bahagia… Bahagia karena betul-betul merasakan dicinta..



            Seringkali timbul keputus-asaan akan hubungan ini. Ingin ku coba untuk membuka hati untuk orang lain yang sedikit bisa mengerti aku tapi itu bukan hal yang mudah, namun bukan hal yang tak mungkin akan kulakukan. Telah lama aku bertahan, dan ketika pengharapanku akan hubungan ini telah habis, perlahan aku akan berusaha untuk menutup kisah ini dan mencoba membuka lembaran baru dalam kisahku tanpa ia lagi.

            Aku percaya Tuhan juga telah meyiapkan rencana terbaik buatku kelak di masa depan. Entah itu tentang siapa jodohku nantinya, kupasrahkan semuanya. Saat ini yang ku bisa hanya mempersiapkan dan memantaskan diri karna Allah untuk menjemput jodoh terbaik pilihan-Nya. Insya Allah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar