Banyak
hal yang selalu terpendam dalam hati. Walau ada berjuta-juta kata yang bisa digunakan
untuk mengungkapkan, namun terkadang tak ada satupun kata yang cocok untuk
mewakili ungkapan perasaan dari seorang wanita… Begitu pula denganku
…
Well,
terkadang aku merasa hidup ini tak adil. Melihat teman bahagia memiliki sosok
pacar yang selalu ada dan selalu mengerti sekilas membuatku merasa iri.
Bukannya aku tak senang dengan kebahagiaan teman sendiri, namun lebih kepada
timbulnya pertanyaan dalam hati “kapan
punya pacar seperti itu?” atau “kapan waktunya aku juga bahagia?”.
Pertanyaan-pertanyaan yang sekilas
terlintas dalam hati itu kadang membuatku langsung down dan putus asa. Tanda tanya besar pun seakan menanti atas
jawaban yang tepat, “Mengapa mereka bisa bahagia memiliki pacar yang boleh
dibilang hampir sempurna sedangkan aku terjebak dalam masa-masa suram memiliki
pacar yang tidak pernah mengerti aku?”. Bukannya aku tak bersyukur memiliki
pacar seperti itu. Jujur aku sayang dan sangat peduli dengannya. Entah
perasaannya sama terhadapku, hanya Ia dan Tuhan yang tau. Sebenarnya ia juga
bukan pacar yang buruk, namun terkadang hati
kecil ini juga butuh pengertian.
Mungkin ia tak pernah sadar atau
memang tak menggerti perasaanku, entahlah. Layaknya seorang wanita aku juga
butuh perhatian dan sedikit waktu darinya, bukannya sibuk dengan berbagai urusan
yang tak pernah kelar 7x 24 jam full dalam seminggu. Ia fikir dengan memberi
kabar lewat sms atau sekedar menelfon selama beberapa menit itu sudah lebih
dari cukup, nyatanya tidak. Kadang aku juga ingin seperti layaknya orang
berpacaran atau seperti teman-temanku yang punya pacar, sekali-kali diajak keluar
atau sekedar menemani keperluannya walaupun tak rutin tapi setidaknya sesekali
mungkin bisa diusahakan. Tapi memang mungkin dasarnya nasibku yang suram.
Kata-kata ajakan hampir tak pernah kudengar darinya. Mungkin sesekali setelah
aku menegurnya barulah ia memiliki inisiatif untuk mengajakku keluar, tapi itu
hanya sementara. Setelah itu ajakan tak akan pernah lagi terdengar padahal yang
kubutuhkan adalah inisiatifnya sendiri jika memang ia punya niat untuk sedikit
buatku senang, bukan karna ingin membayar kesalahannya.
Itu hanya bagian kecil dari dirinya
yang mungkin membuat wanita manapun tak sanggup untuk bertahan dengannya,
begitupun denganku. Seringkali aku memutuskan hubungan dengannya karna tak
tahan lagi dengan tingkahnya yang egois dan tak pernah memikirkan perasaanku.
Sebenarnya aku tak ingin berpisah dengannya karena bagaimanapun aku
menyayanginya dan hubungan ini terlanjur lama kami jalani bersama. Aku hanya
ingin sedikit mengetuk pintu hatinya agar tersadar dan sedikit lebih mengerti
perasaanku yang sering kali terang-terangan ku ungkapkan beban ini, tapi
mungkin memang dasarnya ia tak punya perasaan sedikitpun tak pernah ada
kesadaran darinya.
Ya
Tuhaaaaannn… lelah hati ini tak ada habisnya, entah sampai kapan beban ini akan
kubawa. Ku hanya ingin sedikit merasakan bahagia… Bahagia karena betul-betul
merasakan dicinta..
Seringkali
timbul keputus-asaan akan hubungan ini. Ingin ku coba untuk membuka hati untuk
orang lain yang sedikit bisa mengerti aku tapi itu bukan hal yang mudah, namun
bukan hal yang tak mungkin akan kulakukan. Telah lama aku bertahan, dan ketika
pengharapanku akan hubungan ini telah habis, perlahan aku akan berusaha untuk
menutup kisah ini dan mencoba membuka lembaran baru dalam kisahku tanpa ia lagi.
Aku percaya Tuhan juga telah
meyiapkan rencana terbaik buatku kelak di masa depan. Entah itu tentang siapa
jodohku nantinya, kupasrahkan semuanya. Saat ini yang ku bisa hanya
mempersiapkan dan memantaskan diri karna Allah untuk menjemput jodoh terbaik pilihan-Nya.
Insya Allah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar