KATA PENGANTAR
Puji syukur
yang kami sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan
karunianya-Nya makalah ini dapat terselesaikan sesuai dengan apa yang kami
harapkan. Dalam makalah yang membahas tentang penganggaran modal ini adalah
suatu pembahasan dalam
rangka memperdalam pemaham
tentang manajemen keuangan yang sangat diperlukan khususnya dalam
dunia bisnis untuk dapat memenuhi tugas dan
kewajiban sebagai mahasiswa yang mengikuti mata kuliah “Manajemen Keuangan 1”
dalam lingkungan civitas Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nobel Indonesia Makassar.
Demikian
makalah ini kami selesaikan dengan sebaik-baiknya dan semoga bermanfaat.
Penyusun tetap mengharapkan masukan dan kriktik dari semua pihak. Dengan demikan,
makalah ini dapat diperbaiki lagi.
Makassar, 05 Desember 2012
Tim penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................................................ 2
DAFTAR ISI............................................................................................................................... 3
PENDAHULUAN...................................................................................................................... 4
PEMBAHASAN......................................................................................................................... 6
1. Capital Budgeting (Penganggaran Modal).............................................................. 6
2. Keseluruhan Peranan Capital Budgeting............................................................... 6
· Pentingnya
penganggaran modal..................................................................... 6
· Klasifikasi
proyek.................................................................................................. 7
· Tahap-tahap
penganggaran modal................................................................... 7
· Manfaat
penganggaran modal........................................................................... 8
· Metode
keputusan penganggaran modal........................................................ 8
· Resiko
dalam penganggaran modal................................................................. 10
KESIMPULAN........................................................................................................................... 12
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Penganggaran
modal adalah istilah yang sering kita dengar pada saat berhubungan dengan uang.
Tapi seringkali istilah penganggaran modal disalah tafsirkan sebagai alat untuk
menghitung keuntungan saja, padahal penganggaran modal (capital budgeting)
bukan hanya sekedar itu saja. Maka dari itu kita harus memahami betul
pengertian dari penganggaran modal (capital budgeting) agar penafsiran tidak
hanya terbatas pada mencari keuntungan saja tetapi melakukan keputusan
investasi yang akan berdampak bagus pada jangka panjang maupun jangka pendek
bagi perusahaan. Di suatu perusahaan, seorang manajer keuangan harus paham
betul dengan capital budgeting ini sebab seorang manajerlah yang akan
memutuskan investasi atau penanam modal ini dapat diinvestasikan agar berdampak
baik pada perusahaan.
Di sebagian besar
perusahaan, capital budgeting adalah salah satu sumber utama keuntungan
perusahaan tersebut. Karena dengan adanya capital budgeting mereka dapat
menghitung tingkat keuntungan yang akan mereka dapatkan pada jangka panjangnya
B. Rumusan Masalah
Perumusan masalah bertolak dari latar
belakang di atas :
1.
Apa itu Capital Budgeting (Penganggaran
Modal) ?
2.
Bagaimana keseluruhan peranan Capital
Budgeting bagi perusahaan ?
C. Tujuan
Tujuan
dari pembahasan rumusan masalah dari makalah ini yaitu untuk mengetahui lebih
jelas lagi apa itu capital budgeting, manfaat, peranan, serta hal-hal lain yang
berhubungan dengan masalah tersebut.
D. Manfaat
Setelah
membaca dan mempelajari makalah ini, diharapkan agar pembaca dapat lebih
mengetahui dan memahami apa itu capital budgeting dan apa pentingnya bagi
sebuah perusahaan.
PEMBAHASAN
Capital
Budgeting ( Penganggaran Modal )
v Pengertian
Modal
(Capital) menunjukkan aktiva tetap yang digunakan untuk produksi. Anggaran
(budget) adalah sebuah rencana rinci yang memproyeksikan aliran kas masuk dan
aliran kas keluar selama beberapa periode pada saat yang akan datang. Capital
budget adalah garis besar rencana pengeluaran aktiva tetap. Penganggaran modal
(capitalbudgeting) adalah keseluruhan proses mulai dari perencanaan sampai
dengan pengambilan keputusan untuk pengeluaran sejumlah dana (investasi) dimana
jangka waktu kembalinya dana tersebut melebihi waktu 1 tahun.
Dikatakan sebagai suatu
konsep investasi, sebab penganggaran modal melibatkan suatu pengikatan (penanaman)
dana di masa sekarang dengan harapan memperoleh keuntungan yang dikehendaki di
masa mendatang. Investasi membutuhkan dana yang relatif besar dan keterikatan
dana tersebut dalam jangka waktu yang relatif panjang, serta mengandung resiko.
Keseluruhan
Peranan Capital Budgeting
v Pentingnya Penganggaran Modal
1. Dana
yang dikeluarkan akan terikat untuk jangkaw aktu panjang.
2. Investasi dalam aktiva
tetap menyangkut harapan terhadap hasil penjualan di waktu yang akan
datang.
3. Pengeluaran
dana untuk keperluan tersebut biasanya meliputi jumlah yang besar.
4. Kesalahan
dalam pengambilan keputusan pengeluaran modal tersebut akan berakibat panjang
dan sulit diperbaiki.
5. Penganggaran
modal yang efektif akan menaikkan ketepatan waktu dan kualitas dari
penambahan aktiva.
6. Pengeluaran
modal sangatlah penting.
v Klasifikasi Proyek
1. Replacement:
perawatan bisnis
mengganti
peralatan yg rusak
2. Replacement:
pengurangan biaya
mengganti
peralatan yg sudah ketinggalan jaman sehingga mengurangi biaya
3. Ekspansi
produk atau pasar yg sudah ada
pengeluaran2
untuk meningkatkan output produk yg sudah ada atau menambah toko.
4. Ekspansi
ke produk atau pasar yang baru
5. Proyek
keamanan atau lingkungan
6. Penelitian
dan pengembangan
7. Kontrak2
jangka panjang
kontrak
untuk menyediakan produk atau jasa pada kustomer tertentu
8. Lain-lain
bangunan
kantor, tempat parkir, pesawat terbang perusahaan
v Tahap
– tahap Penganggaran Modal
1. Biaya proyek harus ditentukan
2. Manajemen harus memperkirakan aliran kas yg diharapkan dari
proyek, termasuk nilai akhir aktiva
3. Risiko dari aliran kas proyek harus diestimasi. (memakai
distribusi probabilitas aliran kas)
4. Dengan mengetahui risiko dari proyek, manajemen harus menentukan
biaya modal (cost of capital) yg tepat untuk mendiskon aliran kas proyek
5. Dengan menggunakan nilai waktu uang, aliran kas masuk yang
diharapkan digunakan untuk memperkirakan nilai aktiva.
6. Terakhir, nilai sekarang dari aliran kas yg diharapkan dibandingkan
dengan biayanya
v Manfaat Penganggaran Modal
a.
Untuk mengetahui
kebutuhan dana yang lebih terperinci, karena dana yang terikat jangka waktunya
lebih dari satu tahun.
b.
Agar tidak terjadi over
invesment atau under invesment
c.
Dapat lebih terperinci,
teliti karena dana semakin banyak dan dalam jumlah yang sangat besar.
d.
Mencegah terjadinya
kesalahan dalam decision making.
v Metode Keputusan Penganggaran Modal
1. Payback periode
Jangka
waktu yang diperlukan untuk mendapatkan kembali jumlah modal yang ditanam,
semakin cepat modal dapat diperoleh kembali berarti semakin kecil resiko yang
harus diambil/ dihadapi (Periode waktu yang menunjukkan berapa lama dana yang
diinvestasikan akan bisa kembali)
·
Kebaikan : sangat mudah diterapkan
·
Kelemahan :
a.
tidak memperhatikan time of money value
b.
tidak memperhatikan cash
in flow setelah masa payback sehingga tidak bisa digunakan sebagai alat ukur.
·
Rumus:
Payback periode = jumlah investasi *
1 tahun
Proceed
jika payback periode
> umur ekonomis, investasi ditolak
jika payback
periode < umur ekonomis, investasi diterima
2. Net
Present Value (NPV)
metode
penilaian investasi yg menggunakan discounted cash flow. (mempertimbangkan nilai waktu uang pada aliran kas yg
terjadi sekarang dengan arus kas keluar yang akan diterima pada masa yang akan
datang).
·
Rumus :
NPV = PVNCF – PVNOL
·
Langkah – langkah :
a. Tentukan
discount rate yang digunakan berdasarkan biaya modal atau Required Rate Of Return.
b. Menghitung
present value dari net cash flow.
c. Menghitung present value dar net outlay.
d. Menghitung present value dengan mengurangkan PVNCF dengan
PVNOL.
e. Kriteria = * jika NPV (+), investasi diterima
·
Jika NPV (-), investasi
ditolak.
·
Kebaikan :
a. memperhitungkan time value of money
b. memperhitungkan
seluruh cash flow selama usia investasi
·
Kelemahan :
a.
dalam membandingkan dua
investasi yang sama modalnya, nilai tunai netto tidak dapat digunakan sebagai
pedoman.
3.
Internal Rates Of Return (IRR)
Tingkat
pengembalian yang dihasilkan atas suatu investasi atau discount rate yang
menunjukkan present value cash flow = present value outlay
IRR yang didapat
dibandingkan dengan biaya modal yang ditanggung peruusahaan.
·
Rumus :
P2-P1

C 2-C1
Dimana :
P = Discount rate
C = NPV
Jika IRR
> P, investasi diterima
Jika IRR < P, Investasi ditolak
4. Profitability Index
membagi nilai antara sekarang arus kas masuk yang akan
datang diterima diwaktu yang akan datang dengan arus kas keluar.
·
Rumus :
Profitability
Index =
PV. Proceed
PV.outlay
Jika PI > 1, investasi diterima
Jika PI < 1, investasi ditolak
5. Accounting Rate of Return
Mendasarkan
pada keuntungan yang dilaporkan dalam buku/reported acc.Income. Metode ini
menilai suatu dengan memperhatikan rasio antara rata-rata dengan jumlah modal
yang ditanam (initial investment) dengan ratio antara laba bersih dengan rata-rata
modal yang ditanam.
·
Kebaikan : terletak pada kesederhanannya yang
mudah dimengerti karena menggunakan data akuntansi yang tersedia.
·
Kelemahan :
1. Tidak
memperhatikan time of money value
2. Untuk proyek yang ada rata-rata
laba bersihnya
·
Rumus :

Investasi
jika ARR > 100%, investasi diterima
jika ARR < 100%, investasi ditolak
v Resiko Dalam Penganggaran Modal
Ada 3 (tiga) jenis dalam proses
penggaran moda. Masalahnya adalah sulit untuk mengukur resiko-resiko tersebut
secara tepat. Kelemahan ini menyebabkan perhitungan resiko dalam keputusan
penganggaran modal menjadi sulit. Pada dasarnya ada 2 (dua) metode untuk memasukkan
pertimbangan risiko kedalam keputusan penganggaran modal, yaitu :
1. Metode
Certainly Equivalent (CE)
Konsep Certainty Equivalent adalah
merubah sesuatu yang tidak pasti menjadi sesuatu yang pasti. Pada umumnya
metode ini semakin tinggi resiko maka semakin kecil certainly equivalentnya.
Metode ini memasukkan unsur resiko pada arus kas proyek dan tidak pada tingkat diskonto.
Metode CE sangat sederhana dan mudah dimengerti, namun kelemahan dari metoda
ini adalah faktor subyektif dalam menentukan CE sangat tinggi karena setiap
orang punya pandangan dan keengganan terhadap risiko yang berbeda. Kelebihan CE
adalah kita dapat mempertimbangkan resiko yang tidak sama setiap tahun.
2. Metode
Risk adjusted Discount Rate (RADR)
Metode Risk Adjusted Discount rate
(RADR) memasukkan unsur risiko kedalam Discount rate. Menurut metoda ini untuk
menghitung NPV suatu proyek, kita tetap menggunakan arus kas yang diharapkan.
Arus kas yang diharapkan ini lalu didiskontokan dengan discount rate yang sudah
disesuaikan dengan resiko proyek. Metoda
CE sangat sederhana dan mudah dimengerti, namun RADR lebih sering digunakan
karena lebih mudah diperkirakan berdasarkan data yang ada pada pasar daripada
menentukan arus kas CE.
KESIMPULAN
Dari pembahasan di atas, Penganggaran
Modal (capital budgeting) sangatlah penting dalam menentukan alur kas,investasi
dan penanaman saham. Dimana bila perhitungan atau keputusan untuk pengambilan
penganggaran modal tepat, maka keuntungan bagi perusahaan akan meningkat sesuai
dengan perhitungan. Dan sangatlah penting bagi manajer keuangan untuk sangat
hati-hati dalam mengambil keputusan dengan keadaan keuangan suatu perusahaan.
Trimakasih :)
BalasHapusSemoga bermanfaat :)
BalasHapus