BANANA CAFE
Saat ini bisnis cafe makin marak
bermunculan di berbagai daerah. Usaha cafe memang berbeda dengan rumah makan biasa,
dimana konsep dining (makan) dan entertaining (hiburan) merupakan ciri khas
yang melekat padanya. Cafe bukan sekedar tempat makan, tapi juga tempat
bersosialisasi. Sambil makan, sesudah makan atau sekedar minum-minum saja di
cafe, pengunjung juga ingin menikmati suasana sambil mengobrol. Pengunjung yang
sebagian besar adalah pelajar pun dapat menyelesaikan tugas-tugas mereka dengan
menggunakan fasilitas wifi yang disediakan. Dengan kata lain, sebuah cafe tidak
hanya menjual makanan dan minuman, tetapi juga suasana. Dengan demikian, selain
harus menonjol dari segi makanan atau minuman, sebuah cafe harus juga bisa
menjual suasana.
Alasan saya memilih usaha ini, karena
seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa banyak sekali pengunjung yang
kebanyakan anak-anak muda yang sangat senang bergaul bersama teman-teman atau
sekedar mengerjakan tugas di cafe. Maka dengan melihat peluang seperti ini saya
membuka rumah makan, tepatnya Banana Cafe untuk menarik minat pelanggan yang
kebanyakan anak muda.
1.
Pemilihan lokasi
Lokasi yang
saya pilih adalah di Jalan Abdul Muthalib No. 22 yang kebetulan juga merupakan
lokasi daerah rumah saya. Jadi tempatnya persis didepan gerbang kompleks rumah
masyarakat. Bangunan itu luasnya lebih kurang 500 m2 yang kebetulan
sudah selesai kontrak sewanya.
Lokasi
ini saya pilih disamping dekat dengan lokasi rumah saya, juga karena saya lihat
banyaknya orang lalu lalang maupun kendaraan yang lewat, baik mobil, motor,
maupun angkutan umum, juga karena lokasinya dekat dengan rumah masyarakat dan
beberapa lokasi kost mahasiswa sehingga mudah untuk dijangkau. Selain itu
disana sudah tersedia sarana daya listrik, air bersih dan saluran telepon.
2.
Segmentasi pasar
Berdasarkan wilayah geografis, segmen yang dituju adalah anak-anak
muda berusia 15 tahun keatas, maka saya menargetkan untuk menarik para
mahasiswa atau pelajar untuk berkunjung ke Banana Cafe untuk mencoba dan
menikmati hidangan yang disajikan. Saya memilih target anak-anak muda karena
mereka merupakan pangsa pasar yang potensial jika dibandingkan dengan segmen
pasar lainnya. Tapi, tidak menutup kemungkinan untuk menarik target yang
lainnya.
3.
Syarat transportasi
Lokasi
tempat berdirinya cafe ini yaitu di jalan Abdul Muthalib No. 22 dan kebetulan
terletak diseberang jalan raya dan merupakan jalur akses transportasi umum
sehingga mudah dijangkau oleh setiap orang yang berlalu lalang disekitar lokasi
tersebut. Selain itu, jalan ini merupakan jalur akses yang sering dilalui oleh
mahasiswa salah satu Universitas Negeri sehingga dapat menjadi peluang yang
sangat baik sebagai tempat bersantai dan berkumpul para mahasiswa.
4.
Pemasaran barang/jasa (marketing mix)
Ø Product
Produk yang
kami tawarkan adalah makanan dan minuman yang memiliki rasa, cirri khas, dan
keistimewaan-keistimewaan sendiri, sehingga berbeda dengan warung-warung
lainnya.
Adapun makanan dan minuman yang kami tawarkan adalah:
Makanan
|
Minuman
|
Nasi goring hot spicy
|
Cappucino
|
Mie blend
|
Ice cream sejuta rasa
|
Bakso tahu ceria
|
Es kelapa
|
Roti bumbu special
|
Susu kocok
|
Mie ayam mau lagi
|
Lemon tea
|
Chiken penyet
|
Aneka jus buah
|
Kentang
goring sosis
|
Kopi
|
Ø Price
Harga yang kami tawarkan sangat bervariasi, menurut
bahan yang digunakan. Untuk makanan harga mulai dari Rp. 2.500,- sampai dengan
Rp. 25.000,-. Sedangkan harga minuman mulai dari Rp. 1.500.- sampai dengan Rp.
15.000.-.
Ø Place
Banan
café terletak di Jalan Abdul Muthalib No 22. Kami memilih tempat ini karena tempatnya yang strategi
dan cocok bila membuka usaha seperti ini. Selain itu, tempatnya mudah diakses
dari manapun karena terletak di seberang jalan raya sehingga berbagai angkutan
umum dari berbagai daerah tersedia dan didukung oleh kondisi jalan yang baik.
Selain itu, dekat dengan tempat penyediaan atau pembelian bahan baku serta
pemukiman penduduk.
Ø Promotion
Untuk memperkenalkan Banana Cafe ini kepada pelanggan,
maka kami mengambil langkah dengan membuat iklan melalui Radio, Pamflet-pamflet
yang ditempel atau disebarkan pada beberapa tempat yang dianggap strategis dan
Spanduk yang dipasang di depan lokasi usaha, serta mengajak teman-teman untuk
datang dan mempromosikan ke keluarga dan sahabat mereka.
5.
Rincian Biaya
Peralatan masak =
Rp. 2.500.000,-
Peralatan makan dan minum =
Rp. 1.500.000,-
Meja dan kursi makan =
Rp. 5.000.000.-
Bahan makanan dan minuman =
Rp. 2.000.000.-
Furniture =
Rp. 3.000.000.-

=Rp.
14.500.000
Biaya
Tenaga kerja
·
Upah :
setiap pertambahan jam kerja yang digunakan untuk bekerja dan memberi
keuntungan kepada perusahaan, karyawan akan mendapat upah sebesar Rp15.000,-/jam.
·
Gaji :
gaji bersih diberikan 1 bulan sekali kepada karyawan sebesar Rp 350.000,-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar