KATA
PENGANTAR
Puji syukur yang kami sampaikan ke hadiran Tuhan
Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan karunianya-Nya makalah ini dapat
terselesaikan sesuai dengan apa yang kami harapkan. Dalam makalah yang membahas
tentang strategy push ini adalah suatu pembahasan dalam rangka memperdalam pemaham tentang manajemen penjualan yang sangat
diperlukan khususnya dalam marketing untuk dapat memenuhi tugas dan kewajiban sebagai
mahasiswa yang mengikuti mata kuliah “Manajemen Penjualan” dalam lingkungan
civitas Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nobel Indonesia Makassar.
Demikian makalah ini kami selesaikan dengan
sebaik-baiknya dan semoga bermanfaat. Penyusun tetap mengharapkan masukan dan
kriktik dari semua pihak. Dengan demikan, makalah ini dapat diperbaiki lagi.
Makassar, 17 Desember 2012
Tim penulis
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR................................................................................................................ 2
DAFTAR ISI............................................................................................................................... 3
PENDAHULUAN...................................................................................................................... 4
PEMBAHASAN........................................................................................................................ 6
A.
Pengertian Push Strategy.................................................................................. 6
B.
Efektifitas Push Strategy....................................................................................... 8
C. Contoh Perusahaan yang
menggunakan
Metode Push Strategy......................................................................................... 8
KESIMPULAN............................................................................................................................ 11
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sistem saluran pemasaran merupakan perangkat saluran
pemasaran khusus yang digunakan oleh sebuah perusahaan. Keputusan-keputusan tentang system saluran pemasaran
merupakan juga hal – hal paling kristis yang dihadapi manajemen.
Dalam mengelola perantaranya, perusahaan tersebut harus
memutuskan berapa banyak tenaga yang harus dikerahkan untuk mendorong versus
menarik pemasaaran. Strategi Dorong
(Push Strategy) mencakup pengusaha produsen atas tenaga penjualan dan uang
promosi perdaganganya untuk mebujuk perantara menerima, mempromosikan dan
menjuak produk tersebut kepada pengguna akhir.
Strategy ini tepat dilakukan apabila loyalitas merek tampak rendah dalam
suatu kategori, pilihan merek dilakukan ditoko, produk tersebut merupakan
barang yang tiba-tiba diinginkan, dan manfaat produk benar –benar dipahami.
Strategi
Tarik (Pull Strategy) mencakup pengusaha produsen terhadap iklan dan promosi
untuk membujuk konsumen bertanya kepada perantara tersebut memesannya. Strategi ini tepat dilakukan apabila
terdapata loyalitas merek yang tinggi dan keterlibatan yang tinggi dalam
kategori tersebut, apabila orang – orang memahami perbedaan antara berbagai merek,
dan apabila ornag – orang memilih merek tersebut sebelum mereka pergi
ketoko. Perusahaan – perusahan dalam
industri yang sama mungkin memberikan penekanan yang berbeda terhadap strategi
dorong atau tarik.
B. Rumusan Masalah
Rumusan
masalah dari latar belakang di atas yaitu :
1. Apakah
yang dimaksud dengan push strategy ?
2.
Bagaimanakah efektifitas push strategy
3.
Berikan contoh peruhasaan yang menggunakan push strategy
C. Tujuan
Tujuan dari pembahasan rumusan masalah tersebut yaitu agar pembaca dapat
mengetahui dan memahami apa itu push strategy dan efektifitasnya dalam sebuah
perusahaan.
D. Manfaat
Setelah membaca makalah
ini, diharapkan pembaca dapat lebih mengerti dan memahami arti apa itu push
strategy serta lebih mengetahui efektifitas penggunaan strategi tersebyt dalam
sebuah persahaan.
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Push Strategy
Push
strategy Merupakan strategi promosi yang menggunakan tanaga penjual dan promosi
perdagangan untuk “mendorong” produk lewat saluran distribusi. Produsen
mempromosikan produk kepada pedagang besar, pedagang besar kepada pengecer, dan
pengecer mempromosikan kepada konsumen. Meliputi kegiatan pemasaran (terutama
sales force dan promosi penjualan) yang diarahkan pada saluran perantara
(intermediari) untuk membujuk mereka agar mau memesan dan membawa produk untuk
dipromosikan kepada end users.
Push Strategy atau bisa dikatakan
trade load adalah jenis promosi yang biasanya ditujukan kepada wholesaler atau
pedagang perantara. Strategy promosi ini diambil saat perusahaan merasa bahwa
konsumen tersebut menginginkan produknya dan kemampuan distribusi mereka
terbatas sehingga mereka memberikan incentive yang menarik kepada pedagang
perantara untuk memberikan penekanan penjualan atas produk tersebut kepada
pelanggannya sehingga penjualan atas produk tersebut meningkat.
Strategi ini juga biasanya dilakukan saat suhu kompetisi sangat tinggi sehingga banyak pesaing memberikan incentive kepada pedagang perantara untuk memajukan produk mereka.
Strategi ini juga biasanya dilakukan saat suhu kompetisi sangat tinggi sehingga banyak pesaing memberikan incentive kepada pedagang perantara untuk memajukan produk mereka.
Promotional strategy “push” menggunakan sales force
perusahaan dan trade promotion activities untuk menciptakan consumer
demand sebuah produk. Produsen melakukan promosi produk kepada wholesalers,
wholesalers mempromosikannya kepada retailers, dan retailers
mempromosikannya kepada konsumen. “Pushing”
strategy menggunakan marketing material untuk mengarahkan produk
kepada pelanggan. Beberapa contoh strategi push yang digunakan seperti :
- Menawarkan insentif untuk karyawan
atau sales representatives dalam melakukan penjualan.
- Advertising dan
consumer promotional yang mengarahkan konsumen untuk membeli produk
saat itu juga, biasanya menggunakan bahasa “buy now” atau “buy 1 get 2”.
- Wholesale
discount, bonus, insentif tambahan atau support
lain yang dapat diberikan kepada distribution channel mulai
dari wholesalers sampai retailers dengan tujuan para
distribution channel ini lebih memilih mempromosikan produk kita
dibandingkan dengan produk competitor.
Arti lain dari strategi push dalam pemasaran dapat
ditemukan dalam komunikasi antara penjual dan pembeli. Tergantung pada media
yang digunakan, komunikasi dapat berupa interaktif atau non-interaktif.
Misalnya, jika penjual membuat promosinya oleh televisi atau radio, itu tidak
mungkin bagi pembeli untuk berinteraksi dengan. Di sisi lain, jika komunikasi
dilakukan melalui telepon atau internet, pembeli memiliki kemungkinan untuk
berinteraksi dengan penjual. Dalam informasi kasus pertama hanya "didorong"
ke pembeli, sedangkan dalam kasus kedua adalah mungkin bagi pembeli untuk menuntut
informasi yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan mereka.
- Diterapkan
pada bagian dari rantai pasokan di mana ketidakpastian permintaan relatif
kecil
- Produksi
dan distribusi keputusan didasarkan pada perkiraan jangka panjang
- Berdasarkan
perintah terakhir yang diterima dari gudang pengecer (dapat menyebabkan efek Bullwhip
)
- Ketidakmampuan
untuk memenuhi pola permintaan perubahan
- Besar
dan variabel produksi batch
- Tidak
dapat diterima tingkat layanan
- Karena
kebutuhan untuk saham keselamatan besar yang berlebihan persediaan
- Kurang
pengeluaran untuk iklan dari strategi tarik
B. Efektifitas Push Strategy
Push strategy biasanya banyak disukai oleh perusahaan yang tidak mau
menanggung resiko. Dengan cara ini, mereka sangat mengandalkan jalur distribusi
dan mengoptimalkan peran intermediari agar mau melakukan “push” terhadap
produknya sehingga pada akhirnya jalur distribusi yang terakhir, yaitu ritel,
termotivasi untuk mendorong konsumen agar
membeli produk tertentu.
Push strategy yang efektif akan
membuat para intermediary ini aktif mendorong produknya mempunyai tingkat
ketersediaan yang tinggi karena ritel bersedia menjual produk tersebut. Karena
tersedia dimana-mana, maka konsumen maka konsumen akan mudah menyadari
keberadaan produk tersebut dan kemudian tertarik membeli. Ini adalah pemikiran
pemasaran yang banyak bergantung pada push strategy.
Peruasaan biasanya memberikan
insentif kepada para intermediary yang terlibat dalam saluran distribusi.
Insentif ini diberikan dengan berbagai cara. Yang paling sederhana adalah
memberikan diskon yang lebih beswar daripada diskon produk-produk lain. Program
lain adalah bonus untuk setiap penjualan atau pemberian hadiah yang dihubungkan
dengan pencapaian tingkat penjualan. Agar push strategy lebih efektif,
diperlukan upaya-upaya untuk meningtkatkan hubungan dengan mereka yang terlibat
dalam saluran distribusi.
C.
Contoh Perusahaan yang Menggunakan Metode
Push Strategy
PT.
COCA-COLA
Coca Cola Bottling Indonesia (CCBI) adalah salah satu cabang perusahaan
berlisensi dari Amerika Serikat sebagai penghasil minuman terkenal di
Indonesia. Salah satu produknya yang terkenal adalah Coca
Cola, Selain itu juga Sprite, Fanta dan Frestea. Walaupun sudah cukup
terkenal, Coca Cola masih melakukan promosi baik above
the line maupunbelow the line yang unik dan
kreatif untuk menjaga komunikasi dengan konsumen.
Di Indonesia
sendiri, Coca Cola sudah masuk sejak tahun 1927 dan
diproduksi secara lokal tahun 1992 melalui Coca
Cola Amatil Limited dengan
nama dagang Coca Cola Bottlingyang
dibeli oleh joint venture beberapa perusahaan lokal dengan
pabrik pertama di Jakarta dan terus berkembang sampai berdiri 11 perusahaan
independen untuk pendistribusian Coca Cola dan akhirnya bergabung di tahun 2000.
Saat ini The Coca Cola Company adalah market
leader dalam
perusahaan minuman dengan salah satu produk minuman berkarbonasinya Coca
cola. Hal ini menunjukan adanya kepercayaan dari penanam saham
terhadap keberhasilan Coca cola ke depannya.
Inovasi
pada perusahaan minuman ringan Coca-cola dimana inovasi adalah salah satu kunci
keberhasilan yang menjadikan Coca-Cola Indonesia semakin besar dan dikenal
luas. Melalui riset dan pengembangan (Research & Development), Coca-Cola
terus berinovasi untuk menciptakan produk, kemasan, strategi pemasaran, serta
perlengkapan penjualan baru yang lebih berkualitas, kreatif, serta mempunyai
ciri khas tersendiri. Pada tahun 2002, Coca-Cola Indonesia meluncurkan Frestea,
teh dalam kemasan botol dengan aroma bunga melati yang khas. Pada tahun 2003,
Fanta menghadirkan campuran dua rasa buah, orange dan mango, yang disebut
“Fanta Oranggo”, setelah pada tahun sebelumnya sukses meluncurkan Fanta Nanas.
Dengan inovasi, Coca-Cola yakin bahwa produk-produk yang ditawarkan akan mampu
memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia.
Pada proses inovasi ini, khususnya
pada tahap inisiasi perlu dipertimbangkan bahwa inovasi yang dihasilkan dapat
diterima oleh perusahaan maupun masyarakat. Jelas bahwa inovasi sangat
diperlukan dalam pengembangan produk baru untuk memunculkan ide dan kreatifitas
munculnya produk atau jasa baru yang dapat dimanfaatkan oleh para konsumennya.
Dalam kegiatan
promosinya, Coca Cola selalu melakukan pendekatan-pendekatan
kreatif melalui berbagai macam metode promosi. Selain itu, agar tetap eksis dan
relevan dengan konsumennya yang merupakan remaja dewasa, Coca
Cola selalu
melakukkan peremajaan produk lewat promosinya.
Coca Cola menggunakan metode push
strategy. Push strategy digunakan untuk create consumer demand suatu produk. Sehingga
perusahaan akan melakukan promosi kepada saluran distribusi dari wholesaler kepadaretailer dan akhirnya retailer melakukan
promosi kepada konsumen.
KESIMPULAN
Push strategy dalam
pelaksanaanya adalah mencoba membujuk perantara agar mau memasarkan produknya
dengan memberikan fasilitas fasilitas tertentu misal potongan yang tinggi dalam
pembelian produk. Strategi ini cocok dilakukan untuk produk yang loyalitas
mereknya masih rendah dan pilihan merek dilakukan ditoko. Strategi ini cocok
untuk produk baru yang mempunyai dana promosi terbatas, sehingga mencoba
menggunakan salauran pemasaran yang sudah berpengalaman dalam memasarkan
berbagai produk.
Untuk mendapatkan strategi promosi yang tepat,
perusahaan harus dapat melakukan analisa yang tepat atas stretaegi yang akan
diterapkan di pasar, karena kesalahan strategy promosi tidak hanya membuat
kehilangan banyak uang percuma tetapi juga berpengaruh negatif terhadap produk
kita di pasar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar