Sudah sebulan lebih lamanya aku
berusaha mejauh darimu, berusaha untuk tidak mengganggumu seperti yang kau mau.
Memang bukan hal yang mudah bagiku tapi sejauh ini seperti yang terlihat,
ternyata aku bisa hidup tanpamu.
Awalnya memang berat. Tak pernah kubayangkan
setiap hariku harus kulalui tanpa kehadiranmu disisiku rasanya tidak akan
mungkin bisa. Setiap bangun pagi rasanya berat bagiku untuk membuka mata karena kau adalah satu-satunya
alasan setiap hari aku membuka mata. Namun apa daya, aku bukan orang yang kau
harapkan hadir mengisi setiap harimu tetapi justru orang lain, aku bisa apa. Ku
coba untuk meredam segala egoku dan berusaha melepasmu, itulah yang kulakukan sekarang.
Harus kusadari, mungkin aku memang
bukanlah sosok wanita sempurna seperti yang kau harapkan selama ini, bahkan
jika dibandingkan dengan wanita pilihanmu saat ini pastilah aku tidak ada
apa-apanya. Aku tau kau akan memiliih yang terbaik bagimu, dan ketika kau lebih
memilih dia dibanding aku maka pasti dialah sosok wanita sempurna yang kau cari
selama ini. Walaupun aku merasa ini tak adil, tapi aku berusaha menyadari bahwa
inilah kehidupan, bahwa aku tak bisa memaksakan kenyataan akan berjalan sesuai dengan
harapanku, termasuk harapanku jadi pelabuhan cinta terakhirmu.
Maka sejak malam itu aku memutuskan
untuk berhenti memperjuangkanmu. Mengapa? karena aku lelah dan kehabisan cara. Ya,
aku lelah... Aku lelah mempertahankan orang yang ingin pergi dariku, aku lelah
memperjuangkan orang yang justru berusaha berjuang untuk orang lain, aku sangat
lelah. Segala cara telah aku lakukan untuk bisa mempertahankan dan memperjuangkan
segalanya tapi itu semua percuma dan sia-sia sampai kini aku kehabisan cara. Dan terhitung malam itu aku berhenti berharap, aku berhenti menunggu, aku berhenti mengusikmu.. AKU MUNDUR.
Kini ketika ku tau kau telah bahagia bersama
pilihanmu, ku anggap itu sebagai salah satu kegagalan dalam hidupku, bahwa aku telah
gagal menjadi sosok yang terbaik buatmu, gagal menjadi sosok yang pantas mendampingimu.
Sekarang aku lebih memilih untuk diam,
tak ada lagi yang bisa kulakukan. Ketika semua sudah berada diluar kemampuan
dan kuasa ku maka kupasrahkan semua pada Allah. Dia yang lebih tau mana yang
terbaik buatku. Insya Allah akan diberikan jodoh yang tepat di waktu yang tepat
pula. Aamiin Ya Rabb..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar