Jumat, 27 Maret 2015

Aku Mundur..

Sudah sebulan lebih lamanya aku berusaha mejauh darimu, berusaha untuk tidak mengganggumu seperti yang kau mau. Memang bukan hal yang mudah bagiku tapi sejauh ini seperti yang terlihat, ternyata aku bisa hidup tanpamu.
Awalnya memang berat. Tak pernah kubayangkan setiap hariku harus kulalui tanpa kehadiranmu disisiku rasanya tidak akan mungkin bisa. Setiap bangun pagi rasanya berat bagiku untuk  membuka mata karena kau adalah satu-satunya alasan setiap hari aku membuka mata. Namun apa daya, aku bukan orang yang kau harapkan hadir mengisi setiap harimu tetapi justru orang lain, aku bisa apa. Ku coba untuk meredam segala egoku dan berusaha melepasmu, itulah yang kulakukan sekarang.

Harus kusadari, mungkin aku memang bukanlah sosok wanita sempurna seperti yang kau harapkan selama ini, bahkan jika dibandingkan dengan wanita pilihanmu saat ini pastilah aku tidak ada apa-apanya. Aku tau kau akan memiliih yang terbaik bagimu, dan ketika kau lebih memilih dia dibanding aku maka pasti dialah sosok wanita sempurna yang kau cari selama ini. Walaupun aku merasa ini tak adil, tapi aku berusaha menyadari bahwa inilah kehidupan, bahwa aku tak bisa memaksakan kenyataan akan berjalan sesuai dengan harapanku, termasuk harapanku jadi pelabuhan cinta terakhirmu.
 Perlakuanmu padaku saat terakhir kali kita bertemu betul-betul telah membuka mataku. Kau bukan lagi orang yang dulu ku kenal. Tak pernah terbayangkan kau tega memperlakukanku seperti itu. Mungkin kau lupa bagaimanapun buruknya diriku, aku pernah menemani hari-harimu, aku pernah berada di sampingmu melewati masa sulit dalam hidupmu, bahkan mungkin kau lupa bahwa kau juga pernah menyayangiku. Tapi belakangan ini aku meragukan semuanya. Aku meragaukan perasaanmu selama ini selama tiga tahun lebih lamanya kita menjalin hubungan. Malam itu kau telah betul-betul menunjukkan bagaimana perasaanmu selama ini kepadaku, kau telah menunjukkan betapa tidak berartinya diriku buatmu.
Maka sejak malam itu aku memutuskan untuk berhenti memperjuangkanmu. Mengapa? karena aku lelah dan kehabisan cara. Ya, aku lelah... Aku lelah mempertahankan orang yang ingin pergi dariku, aku lelah memperjuangkan orang yang justru berusaha berjuang untuk orang lain, aku sangat lelah. Segala cara telah aku lakukan untuk bisa mempertahankan dan memperjuangkan segalanya tapi itu semua percuma dan sia-sia sampai kini aku kehabisan cara. Dan terhitung malam itu aku berhenti berharap, aku berhenti menunggu, aku berhenti mengusikmu.. AKU MUNDUR.
 Kini ketika ku tau kau telah bahagia bersama pilihanmu, ku anggap itu sebagai salah satu kegagalan dalam hidupku, bahwa aku telah gagal menjadi sosok yang terbaik buatmu, gagal menjadi sosok yang pantas mendampingimu.
Sekarang aku lebih memilih untuk diam, tak ada lagi yang bisa kulakukan. Ketika semua sudah berada diluar kemampuan dan kuasa ku maka kupasrahkan semua pada Allah. Dia yang lebih tau mana yang terbaik buatku. Insya Allah akan diberikan jodoh yang tepat di waktu yang tepat pula. Aamiin Ya Rabb..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar